Indonesia Menjadi Darurat Hoaks Akibat Kubu Prabowo - Indeks Media

Saturday, February 9, 2019

Indonesia Menjadi Darurat Hoaks Akibat Kubu Prabowo

Dengan akses tanpa henti ke berbagai konten pada jam apapun setiap hari, internet dan media sosial telah menjadi lingkungan yang sempurna untuk berkembangnya hoax. Menurut sebuah studi baru-baru ini dari MIT, berita palsu dapat beredar setidaknya 10 kali lebih cepat daripada fakta yang sebenarnya. Mengingat intensitas persaingan di antara berbagai kanal media online, lingkungan ini mendorong reportase gaya umpan klik (clickbait) dan mengorbankan standar jurnalisme.

“Indonesia sedang menghadapi darurat hoax,” kata Maura ketika ditanya tentang tantangan negara. Bagi Maura, seorang mahasiswa sarjana di Jakarta, situasi darurat hoax bahkan mengalahkan bahaya terorisme. “Saya rasa tidak ada media yang dapat dipercaya,” kata mahasiswa lain, Umi, di Makassar, Sulawesi.

Ketidakpercayaan yang mendalam terhadap media meluas di antara mahasiswa perguruan tinggi saat ini yang merupakan angkatan tertua generasi digital native yang lahir pada tahun 1995 dan sesudahnya, yang disebut Jean M. Twenge sebagai “iGen.” Alasan utama ketidakpercayaan mereka ialah bias politik media secara terang-terangan.

Partai Solidaritas Indonesia ( PSI) mencatat, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno beserta rekan koalisinya menyebarkan tiga hoaks dalam tiga hari pertama tahun 2019. “”Kami betul-betul tidak menyangka kubu sebelah seintens ini menggunakan hoaks. Di hari ke-3 tahun 2019, kubu mereka sudah menelurkan tiga hoaks,”” kata Juru Bicara PSI Dedek Prayudi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/12/2018).

Hoaks pertama yakni tentang selang darah RSCM dipakai 40 kali. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Prabowo Subianto. Pihak RSCM sudah membantah pernyataan Prabowo.

Kedua, Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang disebut oleh Sandiaga dibangun tanpa utang. Namun dalam kenyataannya, ada pinjaman yang dilakukan untuk membiayai pembangunan tol tersebut. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna menjelaskan, Tol Cipali dibangun melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Terakhir, mengenai tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Isu ini diunggah Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief di akun Twitter-nya. KPU sudah mengecek dan memastikan informasi tersebut hoaks. Menurut Dedek, tiga hoaks ini disebarkan karena kubu Prabowo-Sandi miskin program. “”Miskinnya gagasan program pembangunan dan semakin desperate-nya kubu mereka tapi begitu ambisiusnya Pak Prabowo kami duga telah memaksa mereka untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2019 at all costs,”” kata dia.

No comments:

Post a Comment