Jokowi lancarkan serangan bertubi-tubi kepada kubu Prabowo - Indeks Media

Friday, February 8, 2019

Jokowi lancarkan serangan bertubi-tubi kepada kubu Prabowo

Jokowi mulai melancarkan serangan yang efektif kepada kubu Prabowo. Dirinya menyinggung selang RSCM, hoaks Ratna Sarumpet, hingga masalah jasa konsultan asing. Jokowi ingin menujukkan bahwa apa yang dilakukan kubu Prabowo hanya sebatas retorika dan lebih mirip hoaks. Sebab, tak ada data yang mendukung dari ucapan Prabowo. Kesalahan fatal jika Jokowi sudah menunjukkan fakta-fakta tentang apa yang telah dilakukan untuk masyarakat Indonesia.

Tiga bulan jelang pemilihan presiden (Pilpres) 2019, Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) semakin agresif menjawab tudingan kubu lawan. Jokowi beberapa kali tercatat menjawab tudingan dengan tegas.

Apalagi tudingan yang menyudutkan Jokowi. Dalam berbagai kesempatan, dengan suara lantang Jokowi menjawab tudingan tersebut. Sebab isu-isu negatif tentang Jokowi telah menyebar di masyarakat.

Jokowi menyindir pernyataan lawan politiknya, Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto yang mengatakan bahwa Indonesia akan punah. Dia meminta agar jangan menggiring masyarakat agar pesimis.

“”Bagaimana kita ini membangun sebuah negara besar seperti ini kalau mengiringi dan mengajak masyarakat dengan pesimisme-pesimisme seperti itu,”” kata Jokowi di hadapan para pengusaha muda di di MG Setos Hotel, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (2/2).

Dia mengatakan sesulit apapun tantangan yang dihadapi, harus tetap optimis. Pemerintah akan membangun yang lebih baik. Hal ini seperti semangat para pengusaha. “”Masak ada yang bilang Indonesia bubar, Indonesia punah, ya bubar sendiri saja, punah sendiri saja. Tapi jangan ngajak-ngajak kita Indonesia,”” kata Jokowi.

Jokowi menjawab pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengatakan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani pencetak utang. Jokowi pun menyindir Prabowo tidak mengerti ekonomi makro.

“”Kalau ada kita yang menyampaikan itu, ya mungkin belum ngerti masalah ekonomi makro,”” kata Jokowi sambil tertawa usai menghadiri Pertemuan dengan tenaga pegawai harian lepas (THPL) di Gor Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2).

Dia menilai Sri Mulyani adalah sosok yang terbaik dan terbukti dari penghargaan yang dia terima sebagai menteri terbaik se-Asia Pasific. “”Masuk sebagai terbaik di dunia. Masuk sebagai penghargaan dan internasional. Semua orang menghargai kok, semua orang hormat kepada Bu Sri Mulyani,”” kata Jokowi.

Jokowi kembali menyindir Prabowo-Sandi soal selang cuci darah yang dipakai 40 kali, tempe setipis ATM, dan kasus hoaks Ratna Sarumpaet yang dilontarkan kubu Prabowo-Sandiaga. Jokowi mengatakan bahwa saat ini masyarakat Indonesia sudah cerdas memilah yang benar dan hoaks.

“”Jangan ada ngomong lagi nanti selang darah dipakai 40 kali. Jangan sampai ada ngomong lagi tempe setipis ATM. Jangan sampai ada ngomong lagi muka lebam-lebam dipukuli dan dianiaya, padahal operasi plastik,”” kata Jokowi di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2).

Jokowi mengaku heran dengan hoaks yang dibuat oleh Ratna Sarumpaet. Dia menyebut hoaks itu untuk diarahkan kepadanya. “”Ini bonyok kabeh, bonyok semuanya. Ini mau diarahkan ke mana sebetulnya? Mau diarahkan ke saya, bahwa yang menganiaya itu adalah kelompoknya 01. Mau diarahkan ke saya,”” ucapnya.

Di hadapan ribuan pengusaha mebel dan kayu di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, Jokowi mengungkit pihak-pihak yang menuding dirinya antek asing. “”Yang antek asing siapa? Jangan begitu dong. Maksudnya, jangan nunjuk-nunjuk dia antek asing, padahal dirinya sendiri antek asing. Enggak mempan antek asing, ganti lagi,”” kata Jokowi, Minggu (3/2).

Dia mengatakan orang yang membolak-balikan fakta adalah pihak yang menggunakan propaganda Rusia. Yaitu dengan cara menyemburkan kebohongan, kedustaan sehingga masyarakat menjadi ragu.

“”Memang teorinya seperti itu. Yang dipakai konsultan asing. Enggak mikir ini memecah belah rakyat atau tidak, enggak mikir mengganggu ketenangan rakyat atau tidak, membuat rakyat khawatir atau tidak, membuat rakyat takut. Enggak peduli,”” kata Jokowi.

Dia menilai pihak-pihak yang menuding antek asing malahan menggunakan konsultan asing. “”Konsultannya konsultan asing. Terus yang antek asing siapa? Kanan sampai kita disuguhi kebohongan yang terus-menerus. Rakyat kita sudah pintar, baik yang di kota atau di desa,”” ungkap Jokowi.

Jokowi curhat selama empat tahun ini selalu dimaki, dihina dan difitnah. “”Saya sudah 4 tahun ini entah direndahkan dimaki dihina, difitnah. Saya diam saja. Sabar, sabar ya Allah, sabar,”” kata Jokowi di Ponpes Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah, Jumat (1/2).

Jokowi mengaku selalu menerapkan prinsip sabar dan diam. Namun, menurut dia, semua tuduhan itu perlu untuk dijawab dan diluruskan.

“”Masa 4 tahun dibilangin PKI, ya saya diem. Lalu saya dibilang anti ulama, kriminalisasi ulama. Masa saya diem. Bagaimana saya anti ulama, tiap minggu saya masuk pondok pesantren,”” ujarnya.

No comments:

Post a Comment