Prabowo dan Sandiaga Tak Paham Unicorn - Indeks Media

Wednesday, February 27, 2019

Prabowo dan Sandiaga Tak Paham Unicorn

Sebelum menulis artikel ini, penulis sampai butuh membaca berkali-kali untuk memastikan bahwa apa yang dirilis media detikNews memang tak keliru dibaca.

Hasilnya, ternyata memang benar-benar amat mengecewakan!

Dilansir dari detikNews, Cawapres Sandiaga Uno berjanji akan mendirikan koperasi berskala besar yang dia sebut Unikop jika terpilih dalam Pilpres 2019. Sandiaga mengatakan Unikop ini bakal dia bangun untuk menggerakkan ekonomi lokal.

“Unikop akan kita bentuk seperti unicorn. Tahu kan apa unicorn?” kata Sandiaga saat berdialog dengan anggota koperasi Srinadi Klungkung, Bali, Sabtu (23/2/2019).

Sandiaga lalu menjelaskan istilah unicorn yang sempat ramai dibahas setelah debat putaran kedua pekan lalu. Dia bertekad mendirikan Unikop yang bisa setara dengan Unicorn.

“(Unicorn itu) startup, usaha rintisan dengan nilai lebih dari satu triliun yang biasanya terkait dengan teknologi dan dunia maya. Kita akan jadikan Unikop, satuan unit koperasi dengan berbagai bentuk usaha dengan nilai lebih dari satu triliun rupiah,” jelas Sandiaga.

Sandiaga meyakini koperasi bisa menjadi penggerak ekonomi Indonesia bila dikelola dengan baik dan profesional. Eks Wagub DKI ini menyebut tekad menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi sejalan dengan cita-cita Bung Hatta.

“Sudah banyak koperasi di Indonesia dengan aset ratusan miliar hingga triliunan rupiah. Insyaallah, di bawah kepemimpinan Prabowo-Sandi, jika kami terpilih melayani masyarakat Indonesia akan kita bentuk Unikop-Unikop baru, usaha rintisan koperasi dengan nilai lebih dari satu triliun rupiah. Ini akan menyerap dan menciptakan tenaga kerja,” harap Sandiaga.

Untuk diketahui, Koperasi Srinadi menjadi tempat bernaung kurang lebih 12.600 anggota yang juga terdiri dari para pedagang dan ratusan karyawan. Koperasi ini juga memiliki aset lebih dari Rp 200 miliar di bawah pendiri dan penasihat koperasi Srinadi Nyoman Suwirta.

Koperasi Srinadi memiliki sembilan unit usaha antara lain, simpan pinjam, grosir, swalayan, percetakan dan konveksi, swalayan bangunan, supermarket Inti, wisata tirta (Waterboom), bengkel (One Stop Service), hingga radio (Srinadi FM).

Maksud hati ingin gaya-gayaan, tapi apa daya kemampuan otak yang dimiliki Sandi tak sampai.

Alih-alih terlihat cerdas serta kekinian, Sandi malah lebih terlihat seperti manusia terdungu di dunia.

Betapa tidak? Setelah begitu hebohnya berita serta informasi tentang unicorn, ternyata Sandi tetap saja tak dapat memahami apa itu unicorn serta bagaimana atau seperti apa definisi yang sebenarnya!

Tak usah susah-susah, bahkan dengan hanya mengetik google dengan kata kunci yang tepat, niscaya akan langsung terbuka segala informasi yang dibutuhkan. Termasuk penjelasan mengenai unicorn secara lengkap mulai dari latar belakang mitologinya, siapa sosok awal yang menggunakannya dalam pengkategorian bisnis serta sejak kapan mulai digunakan hingga parameter dasar mengenai suatu bisnis dikategorikan sebagai unicorn atau bukan.

Begitu pula ulasan sederhana yang dimuat dalam lama berita CNBC Indonesia, yang saking sederhananya hingga penjelasan yang disertakan segamblang seperti menjabarkan kepada siswa TK!

Dilansir dari CNBC Indonesia, beberapa literatur sampai lembaga riset internasional menuliskan unicorn adalah sebuah perusahaan startup yang memiliki valuasi nilai hingga US$ 1 miliar.

Valuasi startup sendiri adalah nilai ekonomi dari bisnis yang dilakukan sebuah startup.

CB Insight menuliskan riset pada Januari 2019, saat ini sudah ada 300 unicorn di seluruh dunia. Kemudian, yang lebih tinggi kastanya adalah decacorn di mana bervaluasi US$ 10 miliar. Adapun hectocorn bernilai US$ 100 miliar.

• Unicorn = Startup yang memiliki valuasi nilai US$ 1 miliar

• Decacorn = Startup yang memiliki valuasi nilai US$ 10 miliar

• Hectocorn = Startup yang memiliki valuasi nilai US$ 100 miliar

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pernah menyampaikan, di tahun 2019 ini pemerintah menargetkan akan ada lima startup unicorn di Indonesia.

Indonesia saat ini, berdasarkan beberapa riset yang disebut Presiden Jokowi, memiliki empat unicorn. 4 unicorn tersebut adalah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Indonesia pun berpotensi memiliki dua decacorn tahun ini. “Potensi (decacorn) dua tetapi setidaknya satu. Saya gak mau sebut namanya,” ujar Rudiantara di Hotel Mulia Jakarta, Rabu (9/1/2019).

No comments:

Post a Comment