Prabowo-Sandiaga Termasuk Ke Dalam Daftar Panama Paper - Indeks Media

Tuesday, February 5, 2019

Prabowo-Sandiaga Termasuk Ke Dalam Daftar Panama Paper

Prabowo adalah pilihan capres yang tepat? Tunggu dulu! Anda harus lihat track recordnya. Ternyata Prabowo masuk dalam daftar Panama Paper yaitu daftar pengemplang pajak. Tak hanya Prabowo, Sandiaga pun ikut terkena.

Berdasarkan catatan detikFinance, Sandiaga Uno pernah menduduki posisi direktur keuangan NTI Resources Ltd, sebuah perusahaan minyak dan gas asal Kanada. Ia bekerja di NTI pada periode 1995 – 1996 dan kemudian mengundurkan diri.

Sandi pulang ke Indonesia dan ia mulai menjadi pengusaha dengan mendirikan perusahaan konsultan keuangan. Perusahaan bernama Recapital Advisors ini dibangun bersama rekannya Rosan P Roeslani yang saat ini menjabat sebaga ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Selain Recapital, Sandi bersama guru bisnisnya William Soeryadjaja dan Edwin Soeryadjaja mendirikan Saratoga Investama. Sebuah perusahaan investasi yang bergerak di bidang pertambangan, telekomunikasi, konsumer dan produk kehutanan.

Dalam berbisnis, Pria kelahiran Rumbai, Pekanbaru 28 Juni 1969 ini memang sudah menyiapkan diri sejak bangku sekolah. Ia adalah peraih gelar Bachelor of Business Administration dari Wichita State University pada tahun 1990 dengan predikat lulus Summa Cum Laude. Kemudian ia juga memperoleh gelar Master of Business Administration dari George Washington University pada 1992.

Sandi juga pernah menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) dan bendahara Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) sejak Januari, 2011. Kemudian ia pernah menjadi ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kadin Indonesia.

Pada 2016, Sandi pernah masuk dalam daftar Panama Papers atau sebuah data milik firma hukum Mossack Fonseca berisi data penggelapan banyak pengusaha hingga pengusaha dunia. Nama Sandi saat itu tercantum sebagai klien Fonseca yang berasal dari Indonesia.

Kemudian pada 2017 nama Sandi juga pernah masuk dalam Paradise Paper yakni sebuah dokumen yang dirilis oleh International Consortium of Investigative Journalist (IJIC). Dalam dokumen Sandi disebut sebagai salah satu petinggi NTI Resources yang terdaftar di negara surga pajak, yakni bermuda. Data-data tersebut terungkap dari data yang dimiliki oleh firma hukum offshore Appleby.

Sandi juga mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty yang dilaksanakan pada tahun 2016 lalu.

Berdasarkan liputan ‘Paradise Papers’, lebih dari 120 politikus berbagai negara diungkap namanya, sebagai pemilik perusahaan cangkang di negara-negara surga pajak. Temuan mengejutkan dari ‘Paradise Papers’ di antaranya bisnis antara perusahaan kapal milik Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Wilbur Ross, dengan menantu Presiden Rusia Vladimir Putin. Dari Indonesia, nama politikus oposisi Prabowo Subianto, masuk dalam daftar bersama Tommy dan Mamiek Soeharto, anak Presiden ke-2 Soeharto, sebagai pemilik perusahaan cangkang di luar negeri. Tahun lalu, nama pengusaha Indonesia yang masuk Panama Papers adalah Sandiaga Uno, kini menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Ketua Umum Partai Gerindra disebut dalam laporan ini sebagai pemilik Nusantara Energy Resources yang melakukan praktik bisnis offshore, lewat perusahaan yang berlokasi di Bermuda. Saat dikonfirmasi oleh TEMPO, salah satu mitra media yang mendukung laporan Paradise Papers, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon membantah bila Prabowo hendak mengemplang pajak. Nusantara Energy Resources didirikan pada 2001 sekadar untuk adminstrasi bisnis serta tidak aktif sejak didaftarkan ke otoritas Bermuda.

“[Nusantara Energy] adalah perusahaan satu dollar,”” kata Fadli. Wakil Ketua DPR RI ini mengakui ada politikus Indonesia terlibat dalam Nusantara Energy Resources, yang awalnya didirikan untuk eksplorasi minyak dan gas. Fadli tidak mengetahui detail peran beberapa politikus Indonesia itu dalam bisnis offshore milik patron politiknya.

No comments:

Post a Comment