Ma’ruf Amin Sebut HTI Bukan Ditolak, Tetapi Tertolak - Indeks Media

Sunday, March 10, 2019

Ma’ruf Amin Sebut HTI Bukan Ditolak, Tetapi Tertolak

Calon Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menekankan negara Indonesia dibangun atas kesepakatan. Kemajemukan yang ada di bangsa ini, kata dia, disatukan oleh Pancasila.

“Andai kata Pancasila tidak ditemukan, tidak ada NKRI,” kata Ma’ruf di sela kegiatannya menerima sejumlah tamu di Rumah Situbondo, Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019.

Dia mencontohkan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tertolak di Indonesia karena tidak sesuai kesepakatan. Makna tertolak yakni paham yang dianut HTI soal khilafah tidak bisa masuk ke Indonesia.

“Jadi bukan ditolak tapi tertolak. Kalau ditolak itu bisa masuk tapi ditolak. Sedangkan tertolak itu memang tidak bisa masuk,” ujar dia.

Ma’ruf Amin menegaskan keinginannya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), jika terpilih menjadi wakil presiden pada Pilpres 2019.

“Kenapa saya mau jadi calon wakil presiden ini, karena saya ingin menjaga keutuhan NKRI,” ujar Ma’ruf

Indonesia memiliki Pancasila dan UUD 1945 yang menjadi pemersatu keragaman bangsa Indonesia. Sementara HTI yang membawa konsep negara khilafah secara otomatis “tertolak” dari kesepakatan yang ada. “Dia bawa khilafah. Khilafah itu menyalahi kesepakatan.

Maka, otomatis tertolak,” katanya. Namun, kata Ma’ruf, organisasi HTI ini cukup besar. Oleh karena itu, negara harus menempuh pendekatan konstitusional untuk menghentikan pergerakannya. Ma’ruf mengatakan ini adalah upaya untuk menjaga keutuhan negara.

Sayangnya hal ini kemungkinan besar tidak akan dapat terlaksana apabila pilpres mendatang dimenangkan oleh tim Prabowo-Sandi, yang malah mendapatkan dan menyambut dukungan, baik dari HTI maupun FPI yang sering meresahkan masyarakat dan mengancam integritas NKRI.

No comments:

Post a Comment