Jokowi Lebih Paham TNI Daripada Prabowo - Indeks Media

Monday, April 1, 2019

Jokowi Lebih Paham TNI Daripada Prabowo

Calon Presiden petahana Jokowi dinilai lebih dapat menjelaskan dengan rinci tentang materi TNI. Hal itu melingkupi gelar baru TNI, gelar satuan terpadu TNI dan paradigma investasi pertahanan.

“Ini menunjukkan Jokowi memiliki visi dan komitmen untuk menguatkan TNI untuk menghadapi Perang Teknologi-Perang Siber masa depan. Sementara, Prabowo cenderung tidak percaya teknologi,” ujar Ketua Tim Cakra 19, Andi Widjajanto di Jakarta, Minggu (31/3).

Menurut dia, Prabowo tidak paham intelijen strategis. Intelijen strategis merumuskan Perkiraan Keadaan (Kirka) dan membuat beberapa skenario ke depan yang dijadikan salah satu pertimbangan untuk membuat kebijakan Presiden.

“Kirka ini ditulis di beberapa produk strategis Kemhan dan TNI seperti Analisa Lingkungan Strategis yang dikeluarkan oleh Kemhan dan dibahas secara rutin di Rakor Intel di Kemhan dan TNI yang dilakukan setiap awal tahun untuk membantu perumusan kebijakan di tahun itu,” ujar dia.

Sebagai mantan perwira yang lama bertugas di Kopassandha, dia menilai Prabowo tidak memahami fungsi intelijen strategis. Sementara itu, terkait dengan perwira yang cenderung asal bapak senang (ABS), dia menilai seolah TNI bekerja tanpa didasari etos kerja dan evaluasi kinerja yang terukur.

Prabowo dianggapnya tidak paham bahwa ada target pencapaian Minimum Essential Force yang selalu dievaluasi per tahun. “Ini untuk menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan pembangunan kekuatan TNI sesuai Renstra 2024,” ujar dia.

Andi juga menilai ucapan lebih TNI dari TNI menunjukkan arogansi Prabowo yang meletakkan dirinya di atas institusi TNI. Dia menilai karier militer Prabowo yang melesat tidak normal karena bagian dari keluarga Cendana.

“Dan berakhir juga tidak normal karena kasus penculikan aktivis 98. Ini tampaknya membuat Prabowo merasa dirinya lebih penting dari organisasi TNI,” ujar Andi.

Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak mengkritik TNI saat debat capres. Namun hanya menginginkan anggaran pertahanan dan keamanan ditingkatkan. menurutnya, ini untuk menjamin wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap aman.

“Saya tidak mengkritik TNI, saya mau anggaran pertahanan ditingkatkan, jangan diputar balik,” kata Prabowo usai debat capres di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3) malam.

Dia tidak merinci anggaran yang tepat diberikan untuk pertahanan Indonesia karena belum terpilih menjadi presiden. Namun Prabowo menjelaskan, jika kebocoran anggaran Indonesia sebesar Rp 1.000 triliun bisa tekan, maka bisa digunakan memperbaiki kehidupan masyarakat termasuk meningkatkan anggaran pertahanan.

“Kalau kita bisa hemat, bisa digunakan untuk perbaikan kehidupan bangsa Indonesia. Lembaga pemerintah diperbaiki, lu dengar kan gua ngomong tadi,” ujarnya.

No comments:

Post a Comment