Tingkatkan Pembangunan Dan Kesejateraan Masyarakat Sumbar Butuh Strategi - Indeks Media

Sunday, April 14, 2019

Tingkatkan Pembangunan Dan Kesejateraan Masyarakat Sumbar Butuh Strategi

PadangTIME,com – Strategi Pembangunan yang dibahas di antaranya penegasan kasus stunting mendapatkan perhatian khusus, kurangnya kesediaan obat-obatan terutama untuk rabies dan gangguan jiwa di tingkat kecamatan, serta sejumlah pembangunan infrastruktur lainnya.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengatakan, perlu mempersiapkan sejumlah rencana strategis untuk membangun Sumatera Barat pada tahun 2020 mendatang terutama daerah daerah tertinggal seperti Kabupaten Mentawai, Pasaman Barat dan Kabupaten Solok Selatan . Apalagi cukup banyak infrastruktur yang tengah dikerjakan, setidaknya pada tahun depan bisa dilanjutkan. “Infrastruktur adalah pembangunan yang sangat penting, untuk itu berbagai daerah diminta untuk tetap menyusun rencana program strategis terkait infrastruktur,” katanya, di Padang, Selasa (9/4/2019).

Kehadiran dana desa telah ikut mendorong percepatan pembangunan di daerah tertinggal di Sumbar. Anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat sejak 2015 itu, turut membantu suksesnya program pembangunan yang dirancang pemerintah daerah.

Staf Ahli Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Febby Datuak Bangso mengatakan pada tahun 2019, pemanfaatan dana desa penekanannya tidak hanya untuk pembangunan infrastruktur, tapi lebih kepada bagaimana maksimal untuk pemberdayaan masyarakat, pengembangan usaha ekonomi masyarakat dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Itu titik tekan dana desa 2019. Kita harapkan daerah yang kembali dapat dana desa pada tahun ini dapat maksimal dalam penyerapan anggaran dan termamfaatkan untuk sektor-sektor yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya,
.
Febby Datuak Bangsomengatakan, untuk percepatan pembangunan daerah tertinggal, dengan kehadiran Dirjen Kemendes yang dibawa langsung ke Sumbar dan mengunjungi daerah tertinggal, diharapkan berdampak terhadap memaksimalkan program yang ada di Kemendes.
“Kita dari Kemendes PDTT ingin memberikan berbagai program yang ada untuk Sumbar, khususnya ke daerah tertinggal. Dengan harapan dengan sentuhan melalui dana desa dan program lainnya di Kemendes berdampak terhadap percepatan pembangunan, dan masyarakat dapat terbantu,” jelasnya.

Febby Datuak Bangso mengharapkan daerah tertinggal di Sumbar dapat mengembangkan potensi yang ada untuk menjadikan daerah tersebut lebih maju. Seperti Kabupaten Kepulauan Mentawai, daerah yang memiliki keunggulan di bidang pariwisata dan sumber daya laut ini juga memiliki hasil pertanian berupa sagu dan pisang.
“Tentunya ini juga peluang bisa dikembangkan. Kita akan mengupayakan mencarikan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat setempat agar hasil alam ini dapat terkelola secara maksimal, sehingga berdampak meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” terangnya.

Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan Kemendes PDTT Harlina Sulistyo Rini menyebutkan dalam pertemuan dengan Wagub Sumbar tersebut dilakukan pembahasan mengenai Kabupaten Mentawai yang masih berstatus daerah tertinggal.

Pada kesempatan dalam sambutan pembukaan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sumatera Barat Tahun 2020 dengan tema “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia, Investasi dan Pemerataan Infrastruktur untuk Pertumbuhan Berkualitas” ini, Irwan juga meminta kepada jajarannya untuk konsisten dalam menjalankan program kerja.

Gubernur juga menyampaikan, bahwa kebijakan ekonomi Sumatera Barat tahun 2020 diarahkan untuk pemerataan dan peningkatan kualitas pelayanan dasar, penurunan kemiskinan, pengentasan daerah tertinggal, mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berbasis sumberdaya daerah, meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penguatan ekonomi kreatif dengan mendukung kegiatan pariwisata.
Irwan Prayitno berharap bidang pariwisata dapat menciptakan lapangan kerja yang luas melalui peningkatan peran investasi swasta dalam pembangunan infrastuktur yang mendukung kepada kegiatan ekonomi masyarakat.

“Khusus kondisi infrastuktur Sumatera Barat masih perlu peningkatan, baik dalam kualitas jalan, irigasi, perhubungan, maupun keterjangkauan energi listrik,” ucapnya.

Wagub Nasrul Abit mejelaskan tiga daerah tertinggal di Sumbar yaitu Mentawai, Pasaman Barat dan Solok Selatan, minimal 2019 dua daerah sudah bisa bebas,”
Menurutnya saat ini kondisi di tiga daerah tersebut terus dibangun dan dilakukan pembenahan mulai dari perhubungan, infrastruktur hingga transportasi.
“Tinggal sekarang yang belum itu soal tingkat kesejahteraan masyarakatnya,” kata dia.

Wagub mengakui di antara tiga daerah tersebut yang agak sulit adalah Mentawai. dan juga  menyebutakan butuh anggaran Rp2,1 triliun untuk membebaskan Mentawai dari status daerah tertinggal.

Wagub Subar lakukan Penjauan ke daerah Mentawai

Nasrul Abit  mengatakan pihaknya terus berupaya untuk membangun Mentawai dari seluruh sektor.”Kesehatan dan pendidikan sudah banyak perbaikan tapi transportasi di dalam pulau masih sulit sekarang baru 30 persen,” katanya.  Dikatakan  untuk membangun Mentawai butuh biaya besar dan bergantung kepada bantuan dari pusat karena pemerintah kabupaten dan provinsi tidak sanggup. Dari tiga daerah tertinggal di Sumbar, Mentawai dinilai paling sulit keluar dari status itu karena dari 122 daerah tertinggal di Indonesia, Mentawai berada pada peringkat 76. (an)


Artikel yang berjudul “Tingkatkan Pembangunan Dan Kesejateraan Masyarakat Sumbar Butuh Strategi” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment